Analisis>Kembali Ke Prinsip Dasar

Cari Artikel Terkait Di Sini

Kondisi investasi saat ini memang memusingkan. Bursa sedang lesu, sementara bunga tabungan juga tak naik-naik. Di masa seperti ini, kita sebaiknya menggunakan jurus paling dasar dalam memilih investasi.

Tujuan investasi merupakan pertimbangan pertama. Apakah kita hanya menyimpan dana untuk sementara atau untuk jangka panjang? Jika dana itu perlu digunakan dalam enam bulan atau satu tahun ke depan, tentu deposito bukan pilihan yang keliru. Dana berjangka pendek ini jangan ditempatkan dalam saham.

Tetapi kalau dana itu bisa disimpan dalam jangka panjang, maka reksadana masih menjadi pilihan menarik. Semua perencana keuangan pasti akan menyarankan untuk menempatkan dana yang nganggur lebih dari lima tahun ke dalam reksadana.

Yang harus diingat adalah risiko. Jika nanti investasi anda mengalami penurunan nilai, maka itu merupakan risiko. Tetapi penurunan dana karena risiko investasi masih lebih baik dibandingkan dengan dana dana itu habis dipakai tak ketahuan untuk belanja barang-barang konsumsi.

Untuk mengurangi risiko, kita juga bisa memilih produk yang lebih aman, seperti reksadana terproteksi. Untuk mereka yang merasa belum nyaman dengan reksadana, maka simpanlah uang di tabungan atau deposito . Tapi yang perlu diingat, nilai tabungan atau deposito pada saat seperti sekarang ini pasti akan tergerus oleh inflasi.

Ditulis oleh : Liqwina Hananto

CEO Quantum Magna Financial

Dikutip dari : Harian Kontan, 15 Mei 2008

Leave a Reply