Be a Wealth Planner Bagi Diri Anda Sendiri!
Cari Artikel Terkait Di Sini

Siapa yang ga kenal dengan Safir Senduk ataupun Aidil Akbar?, Siapa yang ga kenal dengan seorang perencana keuangan (wealth Planner) sekaliber mereka?. Hampir semua kalangan masyarakat mengenal kedua tokoh perencana keuangan ini. Memang untuk menjadi seorang perencana keuangan tidaklah semudah yang kita bayangkan. Seorang wealth planner harus mengantongi sejumlah sertifikasi melalui serangkaian tes yang diadakan oleh sebuah lembaga sertifikasi perencana keuangan. Bahkan ada yang harus belajar ke luar negeri untuk belajar bagaimana menjadi professional wealth planner.
Terlepas dari latar belakang untuk menjadi seorang perencana keuangan tersebut, kita sebagai orang awam yang sama sekali belum pernah mendapat pemahaman secara teoritis maupun praktis, tidak menyadari bahwa kita memiliki sifat dasar untuk berhemat alias mengurangi pengeluaran dari yang seharusnya. Tanpa sengaja ketika kita berbelanja di pasar tradisional ataupun pedagang kaki lima kita terkadang melakukan tawar menawar untuk mendapat harga termurah. Nah, sederhana saja, dari situ kita tanpa sadar sudah berusaha untuk berhemat bukan?.
Untuk menjadi perencana keuangan tidak harus bisa merencanakan keuangan orang lain, tetapi minimal Anda bisa merencanakan keuangan pribadi Anda sendiri. Karena bagaimanapun keahlian orang lain merencanakan keuangan Anda, pastinya Andalah yang lebih tahu bagaimana cara/gaya terbaik mengelola keuangan diri Anda sendiri. Kunci untuk bisa merencanakan keuangan adalah dengan mengurangi pengeluaran (baca=hemat) dan menambah pemasukan.
Melihat kondisi sekarang yang kurang mendukung, kita perlu berhati-hati dalam merencanakan keuangan kita. Sedikit salah langkah, Utang bisa dengan mudah mendekati kita. Pasca kenaikan BBM, pasti akan membawa dampak signifikan terhadap kondisi keuangan kita. Mulai dari inflasi yang sudah mencapai 1,41% (kontan,3 Juni 2008) kenaikan terbesar berada pada bahan makanan sebesar 0,47% dan sector perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,42%. Kenaikan suku bunga KPR rata-rata 1% menyusul kenaikan BI rate sebesar 0,25% menjadi 8,25% (kontan,3 Juni 2008), naiknya tarif angkutan angkuatan umum sampai naiknya tariff fuel surcharge pesawat terbang. Sangat pusing memang ketika kondisi keuangan kita sedang terpuruk menyaksikan semua kebutuhan menanjak naik.
Nah bagaimana mengelola keuangan dengan kondisi tersebut?
Berikut beberapa tips untuk mengelola keuangan secara hemat dan bijak yang dapat Anda lakukan sebagaimana perencana keuangan pribadi (sindo,8 Juni 2008):
- 1. Kebutuhan bukan keinginan : Sebagaian orang belum dapat membedakan apa itu kebutuhan dan keinginan. Akibatnya semua konsumsi selalu dianggap sebagai kebutuhan. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi agar hidup lebih baik. Ingat beberapa kebutuhan antara lain perumahan, makanan pokok,kesehatan, dan pendidikan.
- 2. Berani berkata tidak: Mungkin tidak banyak orang yang menyadari bahwa pergaulan cukup berpengaruh pada membengkaknya pengeluaran setiap bulan.Mulailah berkata tidak terhadap ajakan teman untuk keperluan di luar kebutuhan.
- 3. Memasang target : pasang target berapa uang yang bisa dan akan dikeluarkan setiap bulannya. Dengan cara ini, bukan hanya hemat yang didapat, juga peningkatan nominal tabungan Anda.
- 4. Konsekuen : Konsekuen menjadi kunci gerakan berhemat tanpa konsekuen. Jika perlu, minta bantuan kepada teman dekat atau keluarga untuk mengawasi.
Beberapa tips tersebut jika dilakukan dengan konsekuen dan rasa sadar untuk berubah pasti akan berhasil. Nah sekarang jadilah Perencana Keuangan bagi diri Anda sendiri! Do it NOW!
Semoga Bermanfaat! Salam Hemat dari saya!
