Buka Buku Yuuk! Bagaimana Teknik dan Alternatif Berinvestasi?

Ada beberapa pengertian dari para ahli tentang investasi, Sharpe et all (1993), misalnya, merumuskan investasi dengan pengertian berikut: mengorbankan aset yang dimiliki sekarang guna menda­patkan aset pada masa mendatang yang tentu saja dengan jumlah yang lebih besar. Sedangkan Jones (2004) mendefinisikan investasi sebagai komitmen menanamkan sejumlah dana pada satu atau lebih aset selama beberapa periode pada masa mendatang. Masih banyak pendapat dari para ahli mengenai apa sih investasi itu. Gampangnya, investasi itu bertujuan untuk mendapatkan nilai tambah atau keuntungan di kemudian hari. (see gedesuarnaya.wordpress.com)

Secara garis besar, lahan investasi secara umum dapat dibagi dua, yaitu real asset investment and financial asset investment.

Real asset investment adalah komitmen mengikatkan aset pada sektor real. Seperti diketahui, istilah sektor real sering digunakan untuk menunjukkan sektor diluar keuangan, seperti perdagangan, industri, pertanian dan lain sebagainya. Dengan demikian, investasi pada sektor real adalah komitmen mengikatkan aset di luar sektor keuangan. Sebagai contoh dari real asset investment, misalnya membeli ruko untuk berdagang tekstil atau barang lainnya, membangun pabrik, membeli apartemen kemudian disewakan, membeli lukisan untuk dijual kembali dan masih banyak lagi.

Ciri-ciri investasi di sektor real ini adalah perantara tidak mutlak. diperlukan dan informasi bisa didapat secara langsung dari lapang¬an, karena obyek investasinya bisa dilihat secara nyata, misalnya mutu bangunan ruko yang kita beli, dapat kita lihat langsung dari tampilan bangunan-bahan bangunannya baik, warnanya cocok, ukurannya tepat dan lain sebagainya.

Sedang financial asset investment (investasi di sektor keuangan) atau sering juga disebut portfolio investment (investasi portofolio) adalah komitmen untuk mengikatkan aset pada surat-surat berharga (securities), yang diterbitkan oleh penerbitnya. Penerbit surat berharga ini beragam,mulai dari individu, perusahaan hingga pemerintah. Demikian pula dengan jenisnya, sangat beragam, mulai dari yang sederhana seperti utang piutang antar pribadi hingga produk derivative (turunan) yang rumit, seperti future. Sebagai contoh investasi pada sektor keuangan ini, misalnya, kita menabung uang di bank, membeli saham, obligasi atau reksadana.

Ciri-ciri investasi di sektor keuangan yang membedakannya, dengan investasi di sektor real adalah dalam melakukan investasi perantara mutlak diperlukan, kemudian informasi hanya bisa didapat dari prospektus, laporan tahuhan atau proposal. Karena ma¬najemen investasi menyajikan teori-teori tentang Portofolio, maka konsentrasi kita akan kita curahkan pada investasi di sektor keuangan ini.

Selain memiliki ciri-ciri tersebut, investasi keuangan juga lebih banyak melibatkan Profesi, yang untuk bisa menyandang profesi tersebut diperlukan ujian standar profesi. Ini sangat wajar, karena bisnis di industri keuangan ini lebih mengandalkan kepercayaan, sehingga untuk melegitimasi kepercayaan tersebut diperlukan standar tertentu. Kepercayaan ,menjadi sangat penting karena “komoditi” yang menjadi obyek transaksi adalah “barang” tak berwujud, yaitu hanya berupa kertas yang memuat pernyataan bahwa pemi¬Iik kertas tersebut memiliki hak tagih/bayar kepada penerbitnya. Bahkan dalam sistem perdagangan tanpa warkat (scriptless trading), atas saham-saham di BE] (Bursa Efek Jakarta) investor sudah tidak lagi melihat wujud saham secara fisik, melainkan hanya laporan perusahaan pialang mengenai perubahan jumlah saham dan nilainya, tak ubahnya seperti kita menerima laporan rekening koran dari bank setiap bulan (Widoatmodjo, 2004).

Setelah kita mengetahui alternatif investasi, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya memilih alternatif investasi yang begitu banyak itu? Jika Anda sudah memutuskan ingin berinvestasi, dalam memilih investasi paling tidak Anda harus mempertimbangkan empat faktor penting, yaitu modal, tingkat pengembalian, tingkat risiko dan arus dana.

Modal. Yang dimaksud dengan modal adalah berapa banyak dana yang kita perlukan untuk bisa melakukan investasi sampai kita dapat memperoleh keuntungan yang melebihi dari investasi ying kita keluarkan? Prinsipnya, semakin kecil modal yang diperlukan semakin baik bagi investor.

Tingkat PengembaIian. Tingkat pengembalian adalah berapa per¬sen keuntungan yang bisa diperoleh dari modal yang dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu. Semakin tinggi tingkat pengembalian dan semakin cepat jangka waktunya semakin baik bagi investor.

Tingkat Risiko. Risiko adalah berapa besar kemungkinan terjadi¬nya kerugian yang dapat mengurangi jumlah modal kita dan bahkan menghabiskan modal kita. Semakin kecil tingkat risikonya, semakin baik bagi investor.

Arus Dana. Terakhir adalah arus dana yang berupa seberapa cepat dana dalam bentuk uang kas secara fisik dapat kita tarik dari modal yang telah kita setor. Semakin cepat semakin baik bagi investor.

Selain keempat faktor penting tersebut ada juga faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan seperti biaya investasi, informasi, waktu, perdagangan, likuiditas pasar dan aktivitas.

www.asiafxonline.com


Mau Tambahan Penghasilan??
Bebaskan Diri Dari Hutang
Strategi Jitu Membangun Bisnis Online Di Internet!
Ads by:GedeSuarnaya.Com, Pasang Iklan di sini

Leave a Reply