Kata orang, kantor tempat kita bekerja adalah rumah kedua kita. Hampir separuh waktu hidup sering kita dihabiskan di kantor, lebih spesifiknya lagi di sebuah bilik yang disekat-sekat mirip bilik kotak suara pemilihan umum.
Sebuah rumah, idealnya tentu merupakan tempat yang menentramkan dan membahagiakan kita. Begitu pula dengan tempat kerja kita. Tempat kerja yang diharapkan juga memberi kenyamanan untuk beraktivitas secara fisik dan psikis sepanjang hari. Tempat yang membuat kita selalu bersemangat untuk bangun pagi, bersiap menuju rumah kedua. Semangat untuk mulai beraktivitas dan bekerja demi keluarga tercinta.
Namun, banyak diantara kita yang kebetulan bekerja ditempat yang kurang membahagiakan. Mulai dari jarak yang sangat jauh dari rumah, teman-teman yang kurang bersahabat, bos yang “galak”, manajemen yang buruk, gaji yang pas-pasan dan banyak lagi keadaan yang kurang menguntungkan lainnya.
Pemulung atau tukang sampah misalnya, setiap hari mereka harus bergelut dengan bau sampah yang tidak biasa. Buruh pabrik misalnya, mereka harus bisa bekerja terbiasa dengan suara bising mesin-mesin produksi. Ada yang bekerja lembur siang dan malam tetapi dengan gaji yang tidak manusiawi. Sedangkan bos-bos mereka saban tahun mendapat bonus yang berlipat-lipat. Ya, apapun kondisi tempat kerja kita, itulah yang disebut dengan risiko pekerjaan. Semua ada risikonya.
Akhir tahun lalu, sebuah lembaga survei bernama CareerBliss.com merilis survei tentang perusahaan-perusahaan ideal dan paling membahagiakan di Amerika Serikat. Menurut survei itu, ada sepuluh perusahaan yang dinobatkan sebagai tempat bekerja yang paling membahagiakan.
Sepuluh perusahaan itu adalah jaringan Hotel Hilton, perusahaan konstruksi Fluor, perusahaan kosmetik dan kesehatan Jhonson dan Jhonson (J&J), department store Nordstrom, perusahaan kimia Jerman BASF, pengembang perumahan Centex, Angkatan Udara AS, perusahaan keuangan Fidelity Investments, Ericsson, dan yang terakhir adalah perusahaan minyak Chevron. Lalu, apa yang membuat perusahaan itu menjadi tempat yang paling membahagiakan?
Dalam survei itu, jaringan Hotel Hilton misalnya, menduduki peringkat pertama, karena mereka menggabungkan budaya dan lingkungan kerja secara kesuluruhan sebagai kunci kebahagiaan karyawan. Jhonson dan Jhonson (J&J) disenangi karyawannya karena memiliki reputasi yang baik dan memberikan keuntungan saham terbesar ketiga di AS. Nordstrom pusat perbelanjaan kelas atas di Seattle memperoleh survei terbaik untuk kategori rekan kerja paling ramah sehingga tidak ada orang asing dalam pekerjaan.
Secara umum, penilaian perusahaan-perusahaan itu didasarkan pada kategori seperti keseimbangan kehidupan kerja, lingkungan kerja, kompensasi, peluang pertumbuhan, budaya perusahaan dan reputasi, termasuk tugas sehari-hari. Terlepas dari survei tersebut, semua orang tentunya berhak untuk menilai apakah perusahaan tempat mereka bekerja membahagiakan atau tidak. Tergantung dari sudut pandang masing-masing.
Yang menarik adalah masuknya lembaga publik seperti Angkatan Udara AS sebagai tempat kerja yang paling membahagiakan di AS. Andai saja ada survei di Indonesia, akankah lembaga-lembaga publik di negeri ini menjadi tempat kerja yang paling membahagiakan? Ehm,..Mungkin saja…
Bagaimana dengan tempat Anda bekerja?…Semoga membahagiakan…
Paling tidak kita harus bersyukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa, karena kita masih diberi kesempatan untuk bisa bekerja. Dan kehadiran kita, membuat perusahaan atau intansi publik tempat kita bekerja bisa memberikan manfaat bagi orang banyak.
Gede Suarnaya
Daftar Pustaka
Santosa, Uji Agung, “Perusahaan-perusahaan Paling Membahagiakan di Amerika”. Harian Kontan, 17 Desember 2011. Hal. 20